Dikutip dari teropongntt.com, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Kupang telah menggelar seminar akhir tentang Kajian Strategi Pengendalian Pencemaran Sub Daerah Aliran Sungai Kali Dendeng Kota Kupang.  Ada banyak masukan, saran dan pendapat yang diterima tim peneliti untuk menyempurnakan hasil kajian dalam seminar tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Balitbang Kota Kupang, Noce Nus Loa, SH, MSI ketika ditemui di kantor Walikota Kupang, Senin (6/11/2017) siang. “Seminar akhir teah kami laksanakan dan tim peneliti mendapat banyak masukan, saran dan pendapat untuk penyempurnaan hasil kajian dari penelitian Strategi Pengendalian Pencemaran Sub Daerah Aliran Sungai Kali Dendeng,” kata Noce.

Menurut Noce, seluruh usul, saran dan pendapat akan dimasukan menjadi materi akhir dalam laporan akhir dari kajian penelitian tersebut. Selanjutnya, materi akhir hasil kajian akan diajukan ke dewan risert daerah guna dilakukan verifikasi sebagai review menyeluruh sebelum ditetapkan sebagai hasil kajian.

Seminar Kajian Strategi Pengendalian Pencemaran Sub Daerah Aliran Sungai Kali Dendeng Kota Kupang telah digelar tim peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan kota Kupang di Ballrooom Swiss-Belinn Kristal Kupang, Selasa (31/10/2017). Peneliti Undana, Philipi de Rosari M. Si, M. Sc, Ph.D menyebut, banyak sumber pencemaran ditemukan tim peneliti di sepanjang Kali Dendeng, seperti limbah kamar mandi warga Nunleu yang dibuang ke sungai, tempat cuci piring warga Fontein yang posisinya di tepi Kali Dendeng dan lainnya.

Penelitian dilakukan selama Juni- Oktober 2017 dengan lokasi meliputi wilayah Kelurahan Airmata, Fontein, Airnona, Mantasi, Nunleu, Manutapen, Manulai 2, Bakunase 2, Naikoten, Naikoten 1, Naikolan, Batuplat dan Fatukoa, yang menjadi daerah yang dilalui Sungai Kali Dendeng.

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *