Guna memberi pemahaman teknis bagi Operator Puja Indah pada Perangkat Daerah di Kota Kupang, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Kupang memfasilitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah) yang dilaksanakan oleh BPP Kemendagri secara daring di Ruang Rapat Balitbangda Kota Kupang, pada 24-25 Februari 2021.  

Sekretaris kantor Balitbangda Kota Kupang, Dra. Debora Panie, MM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada setiap perangkat daerah yang berpartisipasi dalam bimtek daring puja indah ini, sekaligus menyampaikan teknis pelaksanaan Puja Indah di Kota Kupang dan rencana tindak lanjut di waktu yang akan datang. 

Dari 13 perangkat daerah yang diundang sebanyak 11 Perangkat daerah yang hadir dalam bimtek daring ini. Peserta yang hadir merupakan utusan dari Bagian Umum Setda Kota Kupang, Dinas Perhubungan Kota Kupang, Dinas Pariwisata Kota Kupang, Dinas Pertanian Kota Kupang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Kupang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang, Dinas Pendidikan Kota Kupang. 

Dilansir litbang.Kemendagri.go.id, Bimtek Puja Indah ini dilaksanakan secara daring oleh Badan Litbang Kemendagri juga diikuti oleh 94 pemerintah daerah yang telah berkomitmen menerapkan Puja Indah. Setiap pemerintah daerah melalui perangkat daerah yang membidangi litbang menghadirkan para admin dan operator layanan yang berasal dari perangkat daerah terkait layanan dan akan menjadi ujung tombak dalam pengelolaan aplikasi layanan daring tersebut.  

Dalam Bimtek yang digelar secara daring tersebut, Kepala Badan Litbang Kemendagri, Dr. Drs. Agus Fatoni M.Si menjelaskan, Puja Indah merupakan upaya Kemendagri untuk mendukung tujuan utama penyelenggaraan pemerintah daerah. Menurutnya, paling tidak ada tiga tujuan utama yang perlu dicapai, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, dan meningkatkan daya saing daerah. Bimtek yang digelar pada awal tahun ini anggaran ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat lebih memahami lebih awal pengoperasian Puja Indah, baik dari filosofis maupun secara teknis.  

Fatoni mengutarakan, Puja Indah merupakan salah satu solusi untuk membantu permasalahan pelayanan publik oleh  pemerintah daerah. Terutama dalam mendukung dan mendorong percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia. “Daerah perlu mempercepat implementasi SPBE dengan memanfaatkan aplikasi pelayanan publik sebagai salah satu platform layanan pemerintah secara elektronik” ujar Fatoni.  

Fatoni menjelaskan ada sejumlah keunggulan yang dimiliki Puja Indah. Puja Indah merupakan aplikasi berbagi pakai, sehingga daerah tidak perlu menyediakan anggaran untuk membangun aplikasi secara mandiri. “Aplikasi ini telah dibangun oleh Kemendagri dan diperbarui secara terus menerus dan diperbaiki sesuai dengan kebutuhan daerah serta kondisi di lapangan,” katanya.  

Selain itu, pemerintah daerah dapat memilih jenis layanan yang sesuai kebutuhannya, karena aplikasi Puja Indah merupakan aplikasi berbasis data input. Saat ini, Puja Indah telah memiliki 14 layanan yakni layanan perizinan; layanan kesehatan; layanan Pendidikan; layanan komoditas; layanan aspirasi; layanan ketenagakerjaan; layanan update data kependudukan; layanan perhubungan; layanan sosial; layanan pekerjaan umum; layanan administrasi pemerintahan; layanan Trantibumlinmas; layanan pariwisata; dan layanan tematik urusan peternakan. “Kami terus berupaya untuk mengembangkan layanan yang sudah tersedia, dengan berbagai masukan dan menyesuaikan dengan kebutuhan daerah dengan terus menambah layanan yang ada dalam platform Puja Indah agar semua urusan pemerintahan dapat terlayani,” kata Fatoni. 

Add comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *